Gemajustisia.com - Universitas Andalas menggelar peletakan batu pertama pembangunan
gedung Laboratorium Sentral, kamis (2/6/2021). Pada tahun 2021 rektor mengusulkan untuk pembangunan
Labor sentral ini sebagai sarana pendukung pendidikan dan akhirnya disetujui
setelah melewati tahapan-tahapan. Pembangunan ini dilakukan di depan bumi perkemahan
dengan harapan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar kedepannya. Sebelumnya lokasi pembangunan laboratorium ini
merupakan lokal bersama mahasiswa. Namun karena adanya kebutuhan yang
menghendaki, akhirnya Unand memutuskan membangun Laboratorium Sentral ini. Proses awal konstruksi Laboratorium Sentral menelan 70
miliar rupiah. Setelah proses mekanisme yang dilakukan baik rencana maupun
pengawas akhirnya untuk fisik bangunan disetujui 55,9 miliar. Harapannya dengan dana yang dimiliki saat ini
pembangunan Laboratorium Sentral ditargetkan dapat selesai awal tahun ini. Setelah Unand menjadi PTN BH pendanaan tidak hanya
berasal dari pemerintah saja, tapi juga dari pendanaan tersendiri dengan skema
kerjasama dengan pihak mana pun yang menghasilkan value. Usaha ini bisa menjadi salah produk
yang menghasilkan nilai internasional, bisa menunjang pusat riset yang
dikembangkankan menjadi produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan
didahului adanya pusat riset yang mumpuni dan memadai. Rektor Unand Yuliandri mengatakan, "Ini merupakan
bentuk komitmen Unand untuk menjadi universitas riset. Diharapkan dengan sarana
yang lebih menunjang dapat meningkatkan riset yang dilakukan.” Adapun riset yang menjadi fokus yaitu, riset dibidang Kesehatan,
pangan, pertanian dan riset penunjang lainnya, terutama ilmu-ilmu dasar. Dan
diharapkan ilmu yang di dapat berguna bagi masyarakat. Agus direktur PT anugerah dan Okven Ronaldo direktur
Nindya beton yang mengerjakan konstruksi ini menyampaikan, "Rencana untuk
pembangunan laboratorium sentral ini dengan perkiraan Akhir Agustus 30%, September
50%, Oktober 75% Dan Akhir November 100%.” Direktur sumber daya ditjen dikti turut menyampaikan
pesan. "Unand sebagai PTN BH diharapkan langkahnya lebih maju. Tidak lagi
berkompetisi di level nasional tapi internasional. Rangking bukanlah hal yang penting namun kontribusinya
dalam bidang keilmuan untuk mendorong pelaksanaan tri dharma, terutama riset harus
jauh lebih maju," ungkap Mohammad Sofwan Effendi. Yuliandri menyatakan, ini bukanlah proyek bisnis tapi
ini adalah suatu perencanaan untuk mencapai kedjajaan bangsa. Diharapkan dengan
pembangunan ini dapat sejalan dengan visi misi Unand. Terutama meningkatkan
fasilitas pendidikan untuk mahasiswa. Dan Menampung mahasiswa dalam menghasilkan kreasi dan
inovasi sebagi bentuk terobosan Unand kedepannya terutama sebagai PTN BH.
Reporter: Syahrani Anggraini & Rivka D. Handayani



_(2).jpg)

.png)





_(1).png)









0 Comments