Minangkabau Corner Unand Menggelar Pameran Batik

Liputan dan Berita
Minangkabau Corner Unand Menggelar Pameran Batik

GemaJustisia.com- Lembaga Surau Intellectual For Conservation (SURI) menyelenggarakan pembukaan pameran karya batik, di Minangkabau Corner, Perpusatakaan Universitas Andalas, pada Selasa (1/11/2022).

Pameran yang terbuka untuk umum ini mengusung tema “Pemanfaatan Iluminasi Naskah Kuno Menjadi Motif Kain Khas Minangkabau” dan direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 8 November 2022.

Pembukaan pameran diawali dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala Perpustakaan yakni Yasir. Beliau mengaku senang dengan diadakannya pameran batik ini, serta berharap agar kegiatan serupa akan terus berkembang.

“Dengan adanya pameran batik ini dapat memperlihatkan karya batik khususnya Batik Minangkabau, sehingga dapat berkembang dan dapat menghasilakan batik dengan motif-motif terbaru sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Yasir.

Pameran ini merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) yang dilaksanakan oleh lembaga SURI dan program Matching Fund yang dikelola oleh Unand.

Rangkaian kegiatan FBK tersebut dimulai dari pembukaan acara secara resmi oleh Kepala BNPB Sumbar, pada Bulan Oktober sebelumnya. Dilanjutkan dengan seminar nasional, lokakarya pemanfaatan iluminasi naskah kuno menjadi motif kain, dan lokakarya digital marketing. Terakhir ditutup oleh pameran batik.

Pameran ini tak hanya memamerkan kain batik hasil karya dari peserta pelatihan sebelumnya, tetapi juga memperlihatkan alat yang digunakan untuk memproduksi kain batik tersebut.

Lokasi pameran di Minangkabau Corner, tersebut disusun dalam nuansa yang kental akan unsur budaya sehingga tampak indah dipandang mata.

Surya selaku Direktur SURI mengungkapkan, bahwa akan ada stand khusus terkait cara membatik. “Hari Rabu kami membuka stand untuk memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana cara membatik serta bagaimana menuai rasa menggunakan canting,” kata Surya.

Salah seorang peserta pelatihan yang karya batiknya dipamerkan, yaitu Julia Dwi Sasmita, mengungkapkan bahwa untuk proses pembuatan batik yang ia kerjakan menempuh waktu kurang lebih selama satu pekan.

“Kain yang digunakan saat ini ialah kain putih primisima dengan motif yang dipakai ialah motif iluminasi naskah kuno, yakni motif takwim atau kalender menghitung bulan,” ujar Julia saat diwawancarai wartawan Gema Justisia.

Adanya pameran ini diharapkan dapat menarik perhatian kalangan muda, khususnya mahasiswa terhadap ragam budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia. Sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa dan dapat melestarikan budaya lokal agar tetap terjaga.





Reporter: Bunga Natasya & Ummu Arifah

Editor: Resi Nurhasanah





0 Comments

Leave a Reply