Gemajustisia.com - Pandemi COVID-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 membuat
pembangunan Labor Hukum Tahir Foundation tertunda selama tiga tahun dan baru terealisasikan pada tanggal
6 September 2021. Labor Hukum ini didanai sepenuhnya oleh Tahir Foundation. Jadi dalam
proses pembagunan labor ini Fakultas Hukum memberikan sepenuhnya kepada staff dan tim dari Datuk
Sri Tahir sehingga segala keperluan yang ada sudah disediakan,
termasuk para pekerja dan bahan bangunan yang diperlukan.
Proyek ini merupakan penunjukkan langsung dari Tahir Foundation
sebagai bentuk kerjasama dengan PT. Nusa Raya Cipta. Desain Labor Hukum ini dibuat oleh PT
REKACIPTA KONSULINDO, yang ditenderkan melalui Universitas atas beban biaya
Fakultas Hukum dan siap pada Tahun 2019. Desain ini selesai dengan anggaran Rp
800.000.000-, ( delapan ratus juta rupiah). Pada awalnya labor hukum
ini direncanakan akan dibangun menjadi 2 gedung yaitu Zona A dan Zona B. Zona A
dengan luas lantai 23.021 m² dan Zona B dengan luas yang lebih kecil dari Zona
A. Pada saat ini hanya zona B yang dibangun. Untuk zona A
sendiri memang belum ada kepastian dari pihak Tahir Foundation
tetapi diperkirakan
akan dibangun pada tahun 2024 dan akan digunakan sebagai Dekanat Fakultas
Hukum. Zona B akan dibangun
menghadap ke lapangan basket dengan pilar yang berbentuk pilar Mahkamah
Konstitusi sebagai bentuk pencitraan lambang hukum. Zona B sendiri menggunakan
dana sebanyak Rp 16 M lengkap dengan
segala fasilitasnya tetapi tidak termasuk dengan mobiler karena dana
mobiler sudah disiapkan sekitar Rp. 1,5 M. Di zona B labor hukum ini direncanakan
akan dibangun 3 lantai yang masing-masing memiliki 8 ruangan. Akan ada satu aula yang berbentuk seperti panggung dilengkapi
fasilitas untuk kegiatan bersama antara dosen dan
mahasiswa yang memiliki 200-300 kursi dan dilengkapi AC, disamping juga tetap
membackup gedung serba guna yang sudah ada. Direncakan akan ada penambahan kursi hingga 450 dengan
bentuk model lux yang dapat menampung 1000 orang. Dengan begitu, fakultas tidak perlu lagi menyewa tempat ketika ada acara besar
bahkan dapat juga disewakan bagi siapapun, sehingga fasilitas yang ada sekaligus
menjadi sebuah investasi yang dimiliki oleh fakultas hukum. Ruangan yang ada di zona B juga akan dipergunakan untuk praktik peradilan
semu dan fasilitasnya juga akan diperbaharui dan dilengkapi sehingga fakultas
hukum sendiri dapat bersaing dengan fakultas hukum lain. Pembangunan labor hukum
ini dipimpin oleh Mathias Raymond Aritonang yang merupakan Lulusan D3 Teknik
Sipil Politeknik Negeri Padang. Mathias sendiri sudah bekerja di perusahaan PT.
Nusa Raya Cipta selama kurang lebih 2 tahun dengan pengalaman proyek Mapolres
lampung selatan, Rumah Sakit Budi Medika Bandar Lampung, Mall & Apartement
Lampung City Bandar Lampung. Ia menjelaskan
perkembangan pembangunan labor hukum kini sudah berjalan 24% dengan target awal
akan selesai pada bulan April 2022 namun karena terkendala oleh cuaca yang
sering hujan, pembangunan diperkirakan akan selesai pada Mei 2022 mendatang. Pembangunan labor hukum
ini sendiri membutuhkan setidaknya 30 pekerja yang ditambah 5 staff dengan jam
kerja dimulai dari pukul 08.00 WIB - 22.00 WIB, namun apabila ada kendala
dengan cuaca dan ada pekerjaan pengecoran jam kerjanya bisa melewati pukul
22.00. Untuk sistem pembayaraan upah dilakukan setiap 2 minggu sekali bersamaan
dengan penagihan progress kerja.
Progress kerja ini akan dilaporkan mandor kepada pihak perusahaan dan fakultas. Rembrandt selaku Wadek II,
berharap dengan adanya labor hukum ini,
Fakultas Hukum akan semakin selektif
dalam memilih setiap lomba yang diikuti oleh fakultas dan bisa menjadi tuan
rumah dalam perlombaan-perlombaan besar lainnya. “Karena sebegitu besarnya perhatian orang ke kita itu menandakan
kita sudah besar, kita tidak mungkin menganggap perhatian orang besar kepada
kita sementara kita kecil, oleh karena itu ayo jaga segala bentuk sarana dan
prasana yang ada dikampus agar termanfaatkan” ujar Rembrandt.
Reporter:
Redaksi







_20240502_105104_0001_(1).png)













0 Comments