ALCOM VII Dibuka Secara Resmi dengan Penabuhan Gendang, Tandai Awal Komptetisi Hukum di FHUA

Liputan dan Berita
ALCOM VII Dibuka Secara Resmi dengan Penabuhan Gendang, Tandai Awal Komptetisi Hukum di FHUA

GemaJustisia.com-Komunitas Basilek Lidah (Kombad) Justisia Fakultas Hukum Universitas Andalas kembali melaksanakan Andalas Law Competition (ALCOM) yang ke-VII. Pembukaan ALCOM VII dilaksanakan di Gedung Serba Guna FHUA yang ditandai dengan penabuhan gendang oleh Wakil Dekan 1 FHUA, Dr. Nani Mulyati, S.H., MCl pada Senin (30/09/2024).

Pembukaan ALCOM VII turut dihadiri oleh Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum  Provinsi Sumatera Barat, M. Reza Pahlefi,S.H.,M.H, Pembina Kombad Justisia, Dr. Khairul Fahmi S.H.,M.H, dan beberapa dosen FHUA yang menjadi juri pada perlombaan ALCOM VII.

Pelaksanaan ALCOM tahun ini merupakan yang ketujuh dengan mengangkat tema “Akselerasi Pembangunan Hukum Nasional Berbasis Digitalisasi Teknologi Menuju Indonesia Adil, Sejahtera, dan Berdaya Saing Global Yang Berlandaskan Pancasila.” Ketua Pelaksana ALCOM VII, Chindy Trivendi Junior, menjelaskan bahwa sebelumnya tema yang diambil selalu berfokus pada satu sub bidang saja, namun untuk tahun sekarang mengangkat hukum secara general yang berfokus kepada digitalisasi teknologi.

“ALCOM dari tahun ke tahun selalu mengambil satu sub bidang hukum. Untuk tahun ini kita ambil hukum secara general, yang fokusnya sekarang digitalisasi teknologi karena sudah sangat berkembang , apalagi sekarang ada AI, ada peradilan pidana secara elektronik, e-Court, tapi terkadang hal-hal itu belum maksimal dalam sistem hukum. Seberkembangnya AI, tapi hukum setertinggal itu untuk membahas tentang AI. Makanya, kami berfokus ke digitalisasi teknologi,” ujarnya.

Cabang lomba ALCOM tahun ini masih sama seperti tahun –tahun sebelumnya yang dibagi menjadi perlombaan eksternal dan perlombaan internal. Pada perlombaan eksternal ada 2 cabang lomba yaitu Debat Nasional dan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional. Sedangkan, perlombaan internal terdiri atas lomba debat internal dan essay internal yang dikhususkan untuk mahasiswa FHUA, serta seminar nasional sebagai penutup ALCOM VII.

Peserta lomba debat nasional terdiri dari 11 tim dari berbagai universitas di Indonesia, yang nantinya akan dibagi menjadi 4 besar atau babak semi final. Sedangkan, perlombaan KTI Nasional akan menghadirkan peserta dari 5 universitas sebagai finalisnya. Berbeda dengan perlombaan internal yang jumlah pesertanya lebih banyak yakni 16 tim atau 48 orang untuk lomba debat internal dan berasal dari angkatan 23 dan 24, serta 6 orang finalis untuk lomba essay internal.

Persiapan ALCOM VII dilakukan lebih kurang selama 6 bulan sejak bulan April. Chindy mengatakan bahwa timeline acara ALCOM memang sangat lama karena persiapan dari lomba itu sendiri membutuhkan waktu untuk penyelesaiannya.

“Dari April fokus ke internal, Mei fokus persiapan proposal publikasi nasional, Juni open registration, dan pengumuman mosi 2 Agustus. Delegasi membutuhkan waktu menyelesaikan mosi dan kami kasih waktu 1 bulan. Lomba KTI harus nulis dulu jadi kami kasih waktu untuk menyelesaikan itu, jadi timeline acara memang selama itu,” ungkap mahasiswa angakatan 21 tersebut.

Selaku Ketua Pelaksana, Chindy tak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada fakultas dan rekan-rekan panitia, serta harapannya untuk keberlangsungan acara ALCOM VII ini.

“Dukungan fakultas dalam bentuk dana dan support materil berupa dosen yang jadi pemateri di seminar nasional. Selain itu, aku berharap seluruh anak FHUA dari angkatan apapun untuk hadir di seminar nasional mapun di penutupan karena emang malam puncaknya. Dan untuk seluruh teman-teman panitia berkat mereka acara bisa terlaksana dengan baik dan lancer,” tutupnya.



Reporter: Annisa Fitri Zelvia


0 Comments

Leave a Reply